Daur Astrokultural Nusantara • 210 Hari

Direktori 30 Wuku Pawukon

Khasanah kosmologi klasik Nusantara dari naskah Pawukon Mangkunegaran dan Betaljemur Adammakna. Menjelajahi 30 siklus wuku dari Sinta hingga Watugunung lengkap dengan 4 pilar perlambang (Dewa, Pohon, Burung, Gedhong), watak bawaan, serta etika mawas diri.

1 Wuku Sinta
ꦱꦶꦤ꧀ꦠ
Yamadipati
Pohon: Gendhayakan
Burung: Gagak
Candra: Endhang sumbaga (Gadis tersohor yang anggun)

Berbudi luhur, berjiwa ksatria, memiliki firasat batin yang sangat tajam, dan senang menolong orang yang sedang kesulitan tanpa pamrih pujian.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
2 Wuku Landhep
ꦭꦤ꧀ꦝꦼꦥ꧀
Brahma
Pohon: Klampis
Burung: Atat Kembang
Candra: Kusuma anjrah (Bunga yang merebak harum)

Pikirannya tajam (*landhep*), tangkas mengambil keputusan, pemberani, berjiwa terang, namun perlu menjaga tutur kata agar tidak melukai perasaan orang lain.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
3 Wuku Wukir
ꦮꦸꦏꦶꦂ
Mahadewa
Pohon: Nagasari
Burung: Manyar
Candra: Gunung mubyar (Gunung yang bersinar indah dari kejauhan)

Berwibawa bagai gunung, teduh pembawaannya, hemat dan cermat mengelola sumber daya, serta menjadi tempat bernaung bagi sanak saudara.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
4 Wuku Kurantil
ꦏꦸꦫꦤ꧀ꦠꦶꦭ꧀
Narasoma
Pohon: Ingas
Burung: Slinditan
Candra: Tirta wening (Air yang jernih dan tenang)

Ramah, supel bergaul, gemar bepergian melihat keindahan dunia, mudah beradaptasi di lingkungan baru, namun terkadang mudah berubah pendirian.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
5 Wuku Tolu
ꦠꦺꦴꦭꦸ
Bayu
Pohon: Wijayamulya
Burung: Branjangan
Candra: Kilat tatit (Kilat petir yang berkilau di langit)

Tangkas, berenergi besar, pandai berbicara, disegani kawan maupun lawan, serta pantang berputus asa menghadapi rintangan berat.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
6 Wuku Gumbreg
ꦒꦸꦩ꧀ꦧꦿꦼꦒ꧀
Cakra
Pohon: Trengguli
Burung: Ayam Alas
Candra: Samudra pasang (Lautan yang naik airnya dengan megah)

Penyabar, gemar meneliti hal-hal mendalam, suka memelihara hewan dan tanaman, berhati lapang laksana samudra, dan tidak mudah tersinggung.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
7 Wuku Warigalit
ꦮꦫꦶꦒꦭꦶꦠ꧀
Asmara
Pohon: Sulastri
Burung: Kepodang
Candra: Wulan purnama (Bulan purnama yang menerangi malam)

Menawan penampilannya, halus tutur katanya, mencintai seni dan estetika, disukai banyak orang, serta berjiwa diplomatis dan penuh pesona.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
8 Wuku Warigagung
ꦮꦫꦶꦒꦒꦸꦁ
Maharesi
Pohon: Cemara
Burung: Bethet
Candra: Surya kembar (Dua matahari yang memancarkan pencerahan)

Berilmu tinggi, berwawasan luas, tekun belajar, tidak silau oleh kemewahan sesaat, dan sering dimintai nasehat oleh para pembesar.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
9 Wuku Julungwangi
ꦗꦸꦭꦸꦁꦮꦔꦶ
Sambu
Pohon: Cempaka
Burung: Kutilang
Candra: Gandha arum (Aroma wangi semerbak terbawa angin)

Harum namanya di tengah masyarakat, pandai bergaul, pembawa keceriaan, suka menghibur teman yang bersedih, dan dermawan.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
10 Wuku Sungsang
ꦱꦸꦁꦱꦁ
Gana (Ganesha)
Pohon: Tangan-tangan
Burung: Nuri
Candra: Panah lumepas (Anak panah yang melesat tepat sasaran)

Cerdas, fokus, memiliki keahlian khusus yang langka, pantang menyerah menembus kebuntuan masalah, namun cenderung tertutup.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
11 Wuku Galungan
ꦒꦭꦸꦁꦔꦤ꧀
Kamajaya
Pohon: Tangan
Burung: Bido
Candra: Bintang ngalih (Bintang beralih yang membawa harapan)

Bersemangat juang tinggi, menjunjung kebenaran (*dharma*), pantang mundur membela yang tertindas, serta memiliki karisma kepemimpinan alami.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
12 Wuku Kuningan
ꦏꦸꦤꦶꦁꦔꦤ꧀
Indra
Pohon: Wijayakusuma
Burung: Urang-urangan
Candra: Kencana rukmi (Emas murni berkilau yang berbobot)

Halus perasaannya, anggun, mencintai kesucian jiwa, berwibawa mulia, serta memiliki rezeki yang berkah dan bertahan lama.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
13 Wuku Langkir
ꦭꦁꦏꦶꦂ
Kala
Pohon: Ingas / Cemara
Burung: Gemak
Candra: Geni murub (Api berkobar yang membakar kotoran)

Pemberani, tidak takut pada ancaman, tegas dan keras hati, berani memotong hal-hal yang menyimpang, namun perlu mengendalikan amarah.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
14 Wuku Mandhasiya
ꦩꦤ꧀ꦝꦱꦶꦪ
Brahma
Pohon: Asem
Burung: Platuk
Candra: Watu item (Batu hitam yang kokoh tak tergoyahkan)

Ulet luar biasa, pantang mengeluh dalam bekerja keras, tahan uji terhadap kemiskinan dan fitnah, setia pada kawan, serta berprinsip kokoh.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
15 Wuku Julungpujud
ꦗꦸꦭꦸꦁꦥꦸꦗꦸꦢ꧀
Guritna
Pohon: Rembega
Burung: Emprit
Candra: Tirta amerta (Air kehidupan yang menyegarkan jiwa)

Manis tutur bahasanya, pandai mengambil hati sesama, suka menengahi perselisihan, rendah hati, dan senang belajar seni sastra atau tembang.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
16 Wuku Pahang
ꦥꦲꦁ
Tantra
Pohon: Kendhayan
Burung: Cucakrowo
Candra: Kilat mangalap (Kilat yang menyambar dengan suara menggelegar)

Suaranya berwibawa didengar khalayak, tajam analisanya, tidak senang berbelit-belit, berani mengungkap kebenaran yang pahit, namun hemat bicara.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
17 Wuku Kuruwelut
ꦏꦸꦫꦸꦮꦼꦭꦸꦠ꧀
Wisnu
Pohon: Parijatha
Burung: Sepahan
Candra: Tirta suci (Air suci yang membersihkan noda batin)

Berjiwa pengayom semesta, adil, welas asih tanpa pandang bulu, cerdas mengelola perekonomian, dan disenangi para tokoh bijak.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
18 Wuku Marakeh
ꦩꦫꦏꦺꦃ
Surenggana
Pohon: Beringin
Burung: Prenjak
Candra: Candhana runtuh (Kayu cendana yang harum saat tumbang)

Suka bermusyawarah, teduh bagai beringin, setia kawan, tidak suka pamer kekuatan, serta disegani karena ketulusan hatinya.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
19 Wuku Tambir
ꦠꦩ꧀ꦧꦶꦂ
Siwa
Pohon: Upas
Burung: Podang
Candra: Danau bening (Telaga jernih di puncak gunung)

Hati-hati, waspada tinggi, pandai menyimpan rahasia penting, tidak mudah tergiur iming-iming instan, dan memiliki daya tahan batin yang luar biasa.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
20 Wuku Medhangkungan
ꦩꦼꦝꦁꦏꦸꦁꦔꦤ꧀
Basuki
Pohon: Plasa
Burung: Pelung
Candra: Surya medal (Matahari terbit yang mengusir kegelapan)

Dermawan, berjiwa sosial tinggi, tidak segan membagikan rezeki kepada yang membutuhkan, senang melihat orang lain bahagia, dan berwajah cerah.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
21 Wuku Maktal
ꦩꦏ꧀ꦠꦭ꧀
Sakri
Pohon: Nagasari
Burung: Ayam-ayaman
Candra: Tirta kendhi (Air sejuk dalam kendi tanah liat)

Tekun, patuh pada nasihat orang tua, teliti dalam perhitungan uang, pandai berhemat, dan menyukai ketenteraman batin daripada kemewahan lahiriah.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
22 Wuku Wuye
ꦮꦸꦪꦺ
Kowera (Kubera)
Pohon: Tal (Lontar)
Burung: Gogik
Candra: Manik maya (Permata berkilau yang menyimpan misteri)

Cerdas mengatur keuangan, memiliki insting bisnis yang tajam, teliti terhadap peluang pasar, hemat, namun perlu menjaga agar tidak kikir.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
23 Wuku Manahil
ꦩꦤꦲꦶꦭ꧀
Citragotra
Pohon: Tembesi
Burung: Sepahan
Candra: Mega mendhung (Awan teduh yang menaungi bumi dari sengatan terik)

Sabar, pendiam, tekun beribadah malam (*tahajud/tirakat*), tidak suka mencampuri urusan orang lain, dan pandai menjaga kehormatan keluarga.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
24 Wuku Prangbakat
ꦥꦿꦁꦧꦏꦠ꧀
Bisma
Pohon: Randu
Burung: Urang-urangan
Candra: Ksatria luhur (Prajurit berbudi mulia yang setia pada sumpah)

Pemberani, pantang menyerah di medan laga kehidupan, teguh memegang janji ksatria, tidak silau oleh rayuan kedudukan palsu, dan rela berkorban demi kehormatan bangsa.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
25 Wuku Bala
ꦧꦭ
Durga
Pohon: Cemara
Burung: Ayam Alas
Candra: Ombak samodra (Gelombang laut yang bergelora menantang karang)

Berdaya tahan baja, berani menantang arus kemapanan, tidak takut gagal, tangguh mengatasi penderitaan hidup sejak belia, dan berjiwa pelindung.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
26 Wuku Wugu
ꦮꦸꦒꦸ
Singajalma
Pohon: Wuni
Burung: Kepodang
Candra: Damar murub (Lampu pelita yang menerangi lorong kegelapan)

Pemberi petunjuk bagi orang yang tersesat, memiliki wawasan luas, suka menasehati dengan bijak, disegani kawan maupun murid, serta gemar membaca.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
27 Wuku Wayang
ꦮꦪꦁ
Sri
Pohon: Cempaka
Burung: Kutilang
Candra: Lintang panjer (Bintang fajar yang menandai terbitnya era baru)

Halus rasa seninya, berbudi luhur, welas asih, menyukai keharmonisan rumah tangga, memiliki kepekaan batin terhadap keindahan ciptaan Tuhan, dan penuh kasih.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
28 Wuku Kulawu
ꦏꦸꦭꦮꦸ
Sadana (Dewa Rezeki & Lumbung Padi)
Pohon: Tal (Lontar)
Burung: Nuri
Candra: Tirta mili (Aliran air sungai jernih yang tak pernah berhenti mengalir)

Hemat, cermat, pandai menabung dan merawat aset pusaka, tidak boros, memiliki rezeki yang mengalir stabil laksana aliran air sungai pegunungan.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
29 Wuku Dhukut
ꦝꦸꦏꦸꦠ꧀
Sakri
Pohon: Pandan
Burung: Kutilang
Candra: Melati mekar (Bunga melati yang harum mekar di pagi hari)

Setia, tabah mendampingi pasangan dalam suka dan duka, pembawa ketenteraman keluarga, telaten mendidik anak cucu, serta memiliki ketulusan cinta yang murni.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
30 Wuku Watugunung
ꦮꦠꦸꦒꦸꦤꦸꦁ
Anantaboga (Naga Penopang Bumi)
Pohon: Wijayamulya
Burung: Gagak
Candra: Gunung agung (Puncak gunung tertinggi penopang semesta)

Berwibawa agung, kokoh kepemimpinannya, berilmu luhur, pengayom segenap lapisan masyarakat, berhati baja, dan penutup daur pawukon yang paripurna.

Daur 210 Hari Kajian Wuku
⚖️ Etika Membaca Pawukon Nusantara

Pawukon adalah sistem kompas batiniah warisan peradaban Nusantara. Kehadiran lambang dewa, pohon, burung, dan gedung bukan untuk membatasi takdir seseorang secara fatalistis, melainkan sarana ngaji rasa (mawas diri): mengasah kepekaan batin, memahami kelebihan untuk disyukuri, serta menjaga kelemahan melalui kerendahan hati.