Menaungi watak kepemimpinan batin.
Keteduhan dan ketahanan rezeki.
Intuisi tutur kata dan kelincahan budi.
Pengelolaan materi dan rezeki.
Wuku Sinta adalah pembuka daur 210 hari Pawukon. Di bawah naungan Bathara Yamadipati, wuku ini mengingatkan manusia akan kepastian hukum semesta dan pentingnya menegakkan keadilan moral sejak langkah pertama sebuah rencana.
Berbudi luhur, berjiwa ksatria, memiliki firasat batin yang sangat tajam, dan senang menolong orang yang sedang kesulitan tanpa pamrih pujian.
Rezeki mengalir dari ketekunan di bidang kepemimpinan, hukum, penelitian, atau profesi yang menuntut kejujuran dan ketelitian tinggi.
Hari Samparwangke jatuh pada hari Radite (Minggu) Pon. Hindari memulai hajat besar atau transaksi spekulatif pada hari tersebut.
Memperbanyak sedekah nasi tumpeng gurih dengan lauk daging kambing atau ayam putih mulus, diniatkan untuk memohon ketenangan jiwa dan perlindungan keluarga.
"Gagak yang menjadi sasmita Sinta bukan pertanda malapetaka, melainkan lambang kepekaan intuisi. Belajarlah membaca tanda zaman dengan batin yang hening."