Menaungi watak kepemimpinan batin.
Keteduhan dan ketahanan rezeki.
Intuisi tutur kata dan kelincahan budi.
Pengelolaan materi dan rezeki.
Gunung tampak megah bukan karena ia memanggil angin, melainkan karena ia tegak menahan badai. Wuku Wukir mengajarkan keteguhan prinsip di tengah godaan zaman.
Berwibawa bagai gunung, teduh pembawaannya, hemat dan cermat mengelola sumber daya, serta menjadi tempat bernaung bagi sanak saudara.
Kuat di sektor properti, pertanian, kehutanan, manajemen logistik, dan investasi jangka panjang yang membutuhkan kesabaran tanah.
Hari naas wuku jatuh pada Anggara (Selasa) Kliwon. Hindari perdebatan terbuka yang berisiko merusak nama baik.
Sedekah palawija (ubi jalar, ketela, kacang tanah rebus) dibagikan kepada tetangga sekitar sebagai simbol syukur atas rezeki bumi.
"Kekayaan hakiki seperti gedhong di belakang: tidak perlu dipamerkan di hadapan mata khalayak, yang terpenting mencukupi kebutuhan keluarga dengan halal."