Malam Satu Suro (Tahun Baru Jawa)
Peringatan pergantian tahun Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharram kalender Hijriyah, diprakarsai oleh Sultan Agung Mataram. Momentum sakral untuk melakukan laku mubeng beteng, membersihkan pusaka batin, dan merenungkan perbuatan selama setahun lampau.
Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka)
Hari suci pergantian tahun Saka dalam tradisi Hindu Dharma Bali. Alam semesta diistirahatkan dari aktivitas duniawi melalui Catur Brata Penyepian demi tercapainya keheningan batin dan pemulihan energi bumi.
Tumpek Landep (Penyucian Ketajaman Batin)
Upacara permohonan kehadapan Sang Hyang Siwa Pasupati agar pikiran dan batin manusia senantiasa tajam (landep) dalam membedakan antara yang benar (dharma) dan yang salah (adharma). Secara lahiriah juga menjadi sarana menghargai benda-benda logam penunjang kehidupan.
Rebo Wekasan (Rabu Terakhir Bulan Safar)
Tradisi berdoa bersama dan bersedekah pada hari Rabu terakhir bulan Safar untuk memohon perlindungan dari mara bahaya serta mempererat silaturahmi antarwarga kampung.
Cap Go Meh (Puncak Perayaan Imlek)
Perayaan malam bulan purnama pertama setelah Tahun Baru Imlek, melambangkan kebulatan persaudaraan, rasa syukur atas rezeki, dan harapan panen berlimpah. Di Indonesia dirayakan dengan menyantap Lontong Cap Go Meh sebagai wujud asimilasi budaya yang harmonis.
Grebeg Maulud / Sekaten
Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dipadukan dengan gamelan Sekaten (Syahadatain) dan arak-arakan Gunungan hasil bumi sebagai lambang kedermawanan raja kepada rakyatnya.
Sadranan / Ruwahan
Ritual ziarah kubur massal, membersihkan makam para sesepuh, dan kenduri bersama sebagai wujud bakti anak cucu mendoakan arwah leluhur menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Hari Raya Galungan & Kuningan
Perayaan kemenangan dharma (kebajikan) melawan adharma (kebatilan). Rumah-rumah dihiasi penjor megah sebagai lambang gunung agung dan ungkapan terima kasih atas kemakmuran bumi.