Menaungi watak kepemimpinan batin.
Keteduhan dan ketahanan rezeki.
Intuisi tutur kata dan kelincahan budi.
Pengelolaan materi dan rezeki.
Wayang di kelir bergerak mengikuti kehendak sang dalang. Wayang menyadarkan kita bahwa manusia berikhtiar sekuat tenaga di panggung dunia, namun takdir mutlak berada di genggaman Sang Maha Kuasa.
Halus rasa seninya, berbudi luhur, welas asih, menyukai keharmonisan rumah tangga, memiliki kepekaan batin terhadap keindahan ciptaan Tuhan, dan penuh kasih.
Makmur di bidang seni rupa, pergelaran wayang/teater, batik adiluhung, diplomasi kebudayaan internasional, dan kerajinan kriya Nusantara.
Hari naas wuku jatuh pada Sukra (Jumat) Wage. Hindari konflik dalam urusan rumah tangga sanak keluarga.
Sedekah nasi tumpeng kuning wangi berlauk gudeg krecek manis dan suwiran ayam kampung.
"Jadilah wayang yang memainkan peran dengan sepenuh ketulusan budi, agar dalang semesta ridho atas lakon hidupmu."