Disiplin pengendalian hawa nafsu melalui puasa, tirakat malam, dan keheningan budi pekerti untuk menjernihkan mata batin.
Tirakat (berakar dari kata tarekat/thoriqoh dalam tasawuf) adalah laku prihatin yang menjadi ciri khas para bijak Nusantara. Bentuknya beragam: mulai dari puasa pada hari kelahiran (puasa weton), puasa mutih (hanya makan nasi putih dan air tawar untuk mengikis nafsu hewani), cegah sare (mengurangi tidur malam untuk bermunajat), hingga tapa bisu (menjaga lisan dari perkataan sia-sia). Inti dari tirakat bukan menyiksa raga, melainkan mengendalikan dominasi nafsu jasad agar sukma dan intuisi batin menjadi bening laksana cermin.
Dilakukan pada momentum penting: malam satu Sura, hari weton pribadi, atau menjelang pengambilan keputusan besar hidup.
Serupa dengan praktik "dopamine detox" dan "mindfulness fasting" dalam psikologi kontemporer untuk melatih fokus dan kontrol diri.
"Tirakat yang sah adalah yang membuahkan budi pekerti welas asih kepada sesama makhluk, bukan yang melahirkan kesombongan spiritual."