Hari ketiga Sadwara berperlambang hewan (sato kewan), simbol ketangkasan kerja raga serta pengingat mengendalikan insting liar kebinatangan.
Wurukung mengambil perlambang sato kewan (hewan ternak maupun satwa rimba). Hewan dibekali tenaga raga yang tangkas dan insting bertahan hidup yang kuat, namun tidak memiliki pertimbangan akal budi. Kehadiran Wurukung dalam daur waktu adalah cermin ganda: di satu sisi manusia perlu memiliki etos kerja keras dan kecekatan hewani dalam mencari nafkah, tetapi di sisi lain manusia wajib mengekang hawa nafsu hewani seperti serakah, mau memangsa hak orang lain, dan amarah tanpa nalar.
Hari ketiga dalam putaran Sadwara (sisa 3 dalam modulo 6 pawukon). Dalam tradisi tani, menjadi hari pengawasan kesehatan ternak.
Keseimbangan antara produktivitas kerja keras dan disiplin moralitas kerja beretika tanpa saling menjatuhkan rekan kerja.
"Tenaga hewan patut ditiru dalam ketekunan mencangkul, namun jangan biarkan tabiat memangsa sesama mengotori hati nuranimu."