Konsep kosmologi kesadaran batin: empat anasir pendamping kelahiran manusia yang berpusat pada hati nurani.
Konsep Sedulur Papat Lima Pancer adalah inti falsafah kebatinan Jawa mengenai struktur psikologis manusia. Sejak lahir ke dunia, manusia tidak pernah sendirian. Ia disertai empat saudara biologis dan metafisis: Kakang Kawah (air ketuban yang lahir mendahului), Adhi Ari-Ari (plasenta yang memberi makan di rahim), Getih (darah kehidupan), dan Puser (tali pusat penghubung kasih ibu). Keempat unsur ini mewakili empat arah mata angin dan empat dorongan nafsu (Amarah, Lawwamah, Sufiah, Mutmainnah). Pancer adalah titik pusat kesadaran: jiwa dan nurani manusia yang bertugas memimpin keempat saudaranya agar selaras menyembah Sang Pencipta.
4 Penjuru (Kakang Kawah di Timur, Adhi Ari-ari di Barat, Getih di Selatan, Puser di Utara) + 1 Pusat (Pancer: Jiwa Manusia).
Sangat paralel dengan teori psikoanalisis Carl Gustav Jung tentang empat fungsi kesadaran (pikiran, perasaan, sensasi, intuisi) yang berpusat pada Self (Diri Sejati).
"Konsep ini mengajarkan bahwa musuh terbesar manusia bukan orang lain, melainkan ketidakmampuan memimpin hawa nafsu di dalam dirinya sendiri."