Musim penghujan dalam kosmologi Jawa yang berlangsung sekitar bulan Oktober hingga April, masa kehidupan baru bersemi di seluruh pelosok desa.
Rendheng adalah saat bumi Nusantara dimandikan oleh rahmat langit. Setelah berbulan-bulan mengalami kekeringan katiga, tanah yang tandus kembali menghijau dan aromatik tanah basah (petrichor) membangkitkan gairah hidup. Musim ini adalah musim bekerja keras di sawah: menyemai benih, membajak tanah dengan kerbau atau traktor, dan merawat tanaman dengan penuh ketelatenan. Rendheng mengajarkan arti pengorbanan berpeluh demi menjamin kelangsungan hidup anak cucu.
Mencakup Mangsa Kalima, Kanem, Kapitu, dan Kawolu dalam siklus Pranata Mangsa.
Perencanaan pertanian presisi berbasis data iklim BMKG dan konservasi daerah aliran sungai (DAS).
"Air hujan adalah rezeki yang adil bagi seluruh makhluk; rawatlah pepohonan di perbukitan agar air itu tersimpan menjadi mata air jernih di masa depan."