Musim kemarau sejuk khas Jawa (sekitar Mei–Agustus), saat bumi beristirahat, langit biru jernih, dan hawa dingin malam merayap di pedesaan.
Katiga sering kali diiringi fenomena hawa dingin menusuk tulang di malam hingga subuh hari yang disebut bedhidhing. Langit malam bersih tanpa awan, menampilkan kerlap-kerlip jutaan bintang galaksi Bima Sakti secara menakjubkan. Dalam kearifan agraris Jawa, Katiga bukanlah masa kemandulan, melainkan masa istirahat bagi tanah agar unsur haranya pulih kembali. Manusia diajarkan pentingnya fase jeda (*pause*) dalam hidup untuk merenung, memulihkan energi batin, dan memperbaiki perkakas.
Mencakup Mangsa Dhesta, Sadha, Kasa, dan Karo dalam sistem Pranata Mangsa.
Pentingnya jeda istirahat (work-life balance) untuk mencegah kelelahan mental (burnout) di era serba cepat.
"Tanah yang dipaksa berbuah tanpa istirahat akan menjadi tandus; demikian pula jiwa manusia yang dipaksa bekerja tanpa jeda hening akan rapuh."