Mangsa ketujuh (22 Desember – 2 Februari, 43 hari), puncak musim penghujan lebat dengan sesanti racun dihanyutkan oleh angin dan air bah.
Mangsa Kapitu adalah jantung musim penghujan (rendheng). Hujan turun deras hampir setiap hari, sungai meluap membawa endapan lumpur subur dari hulu gunung. Sesantinya berbunyi: 'Wisa Kentar Ing Maruta' (Racun hanyut terbawa angin dan air). Segala racun dan penyakit tanaman dibilas bersih oleh curahan air langit. Petani mulai sibuk membajak sawah dan menanam padi dengan penuh harapan.
Berlangsung 43 hari dari 22 Desember hingga 2 Februari. Saat utama penanaman padi sawah tadah hujan.
Mitigasi bencana hidrometeorologi (banjir dan tanah longsor) serta pemanfaatan panen air hujan (rainwater harvesting).
"Hujan lebat yang membasahi bumi adalah berkah, namun bersiaplah membersihkan saluran air agar keberkahan itu tidak berubah menjadi genangan bencana."