Hari keempat Sadwara berperlambang mina (ikan), simbol ketenangan rasa di kedalaman batin dan kemampuan hidup adaptif tanpa terpengaruh asinnya air laut.
Paningron mengambil perlambang iwak utawa mina (ikan). Filosofi ikan laut yang masyhur dalam sastra Jawa adalah kemampuannya hidup di tengah air laut yang asin pekat, namun dagingnya sendiri tidak berubah menjadi asin bila belum mati diolah. Ini adalah ajaran integritas moral yang luar biasa: manusia dituntut mampu hidup membaur di tengah kerasnya pergaulan dunia tanpa kehilangan keluhuran prinsip pribadinya. Ikan juga melambangkan kelenturan adaptasi dan ketenangan batin yang menyelami kedalaman spiritual.
Hari keempat Sadwara (sisa 4 dalam modulo 6 pawukon). Secara kultural dianggap baik untuk aktivitas kelautan, perikanan, dan meditasi air.
Integritas profesional: tetap jujur dan berprinsip meski berada di lingkungan kerja yang penuh kompromi etis.
"Hiduplah laksana ikan di samudra luas, tetap segar batinmu meski air di sekelilingmu asin menggigit."