Mimpi hening menjelang fajar (pukul 02.00 - subuh) yang sarat akan isyarat spiritual dan kebenaran batin.
Inilah puncak waktu tafsir mimpi menurut Serat Centhini. Pada sepertiga malam akhir, udara bumi hening, perut kosong dari makanan, dan jiwa manusia berada pada frekuensi paling murni. Mimpi yang hadir pada waktu Titiyoni tidak lagi dipenuhi oleh ilusi angan-angan, melainkan dipandang sebagai isyarat sejati (ru'ya shadiqah) dari Sang Maha Kuasa. Mimpi pada jam inilah yang layak ditelaah makna simbolisnya untuk memandu langkah kebaikan.
Waktu terjadi: Pukul 02.00 hingga waktu terbitnya fajar shodiq (subuh).
Momentum bangun malam untuk salat tahajjud, semedi hening, dan merenungkan arah tujuan hidup.
"Jika bermimpi baik, bersyukurlah dan berdoa agar terwujud. Jika bermimpi mencemaskan, ludahlah ke kiri tiga kali secara simbolis dan mohon perlindungan kepada Tuhan."