Peringatan puncak 1000 hari wafatnya seseorang sebagai tanda pelepasan paripurna doa dari keluarga.
Dalam daur selamatan kematian masyarakat Jawa (Geblag, Telung dina, Mitung dina, Matang puluh, Nyatus, Mendhak pisan, Mendhak pindho, dan Nyewu), peringatan Nyewu adalah garis finis pelepasan duka cita. Angka 1000 hari (sekitar tiga tahun) dipandang sebagai waktu yang cukup bagi keluarga untuk benar-benar ikhlas melepas kepergian almarhum/almarhumah. Seluruh doa tulus, sedekah makanan, dan pembacaan ayat suci dihimpun sebagai bekal husnul khatimah bagi arwah di alam kelanggengan.
Dihitung 1000 hari sejak tanggal dan jam kematian almarhum.
Memberikan proses penyembuhan duka (grief processing) yang tertata rapi dan menjaga tali silaturahmi antarkeluarga yang ditinggalkan.
"Nyewu adalah wujud bakti anak kepada orang tua yang tak lekang oleh waktu: "Donga anak sholeh iku ora bakal pedhot"."