08. Selamatan & Daur Hidup ꦠꦼꦢꦏ꧀ꦱꦶꦠꦺꦤ꧀

Tedak Siten

Upacara adat saat anak berusia 7 lapan (245 hari) untuk menandai langkah pertama menyentuh bumi persada.

Sebutan Lain: Turun Tanah Upacara Menginjak Bumi

📖 Narasi Filosofis & Hakikat Budaya

Tedak siten (tedak = turun, siten = tanah/bumi) adalah upacara simbolis penuh doa saat seorang anak mulai belajar berjalan. Anak dituntun meniti jadah tujuh warna (melambangkan ragam rintangan hidup yang harus dilewati), menaiki tangga tebu arjuna (melambangkan tekad kuat meraih cita-cita luhur), hingga masuk ke dalam kurungan ayam yang berisi buku, alat tulis, uang, dan cermin untuk memilih simbol masa depannya. Upacara ini mencerminkan pengharapan orang tua agar anaknya tumbuh mandiri, berbudi luhur, dan mencintai tanah air tempat ia berpijak.

Metode Perhitungan / Tata Laksana Adat:

Dilaksanakan pada usia 7 selapan (7 × 35 = 245 hari) menurut perhitungan kalender Jawa.

🧭 Relevansi dalam Kehidupan Modern:

Momen perayaan tumbuh kembang anak (child development milestone) yang mempererat kehangatan keluarga besar.

🛡️ Pedoman Batin & Etika Ngaji Rasa (Mawas Diri):

"Benda yang dipilih anak di kurungan adalah kiasan doa, bukan batasan takdir masa depannya. Pendidikan dan kasih sayang orang tua tetap menjadi penentu utama."

Rujukan Naskah Babon: Buku Upacara Tradisional Daur Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta

Konsep Tradisi Terkait