Tembang doa keselamatan dan tolak bala gubahan Sunan Kalijaga dalam serat Dhandhanggula.
Kidung Rumekso ing Wengi ("Ana kidung rumekso ing wengi, teguh hayu luputa ing lara...") adalah mahakarya sastra spiritual gubahan Kanjeng Sunan Kalijaga. Menggunakan tembang Dhandhanggula yang merdu dan menenteramkan jiwa, kidung ini dilantunkan pada malam hari sebagai permohonan doa perlindungan kepada Allah Ta'ala dari marabahaya, penyakit, fitnah, dan mara bahaya. Kidung ini membuktikan kepiawaian Wali Songo dalam mengintegrasikan ajaran tauhid ke dalam keindahan tembang puitis Jawa.
Dinyanyikan dengan metrum tembang macapat Dhandhanggula (10 gatra).
Sebagai terapi relaksasi batin, pengantar tidur yang menyejukkan, dan warisan sastra luhur bernilai seni tinggi.
"Kekuatan sejati kidung ini bersumber dari ketulusan doa dan keyakinan mutlak kepada perlindungan Tuhan Yang Maha Esa."