Hari keenam Sangawara berperlambang ulat (uler), simbol ketekunan melewati masa-masa prihatin kepompong demi bermetamorfosis menjadi kupu-kupu indah.
Wogan dilambangkan dengan uler (ulat). Sering kali ulat dipandang remeh atau bahkan dijauhi karena dianggap merusak dedaunan. Namun melalui laku prihatin dalam heningnya kepompong tanpa makan dan minum, ulat bertransformasi menjadi kupu-kupu yang elok dan membantu penyerbukan bunga. Wogan mengajarkan manusia untuk tidak berkecil hati saat berada di titik terendah hidup: tekunlah berikhtiar dan bersabar dalam fase prihatin karena kemuliaan sedang dipersiapkan.
Hari ke-6 Sangawara. Waktu yang baik untuk belajar mandiri, latihan keterampilan teknis baru, dan menata diri pasca-kegagalan.
Proses reskilling dan pengembangan diri (personal development) yang memerlukan waktu dan ketekunan.
"Jangan malu menjalani fase ulat yang merayap di tanah, kelak saat sayapmu terbentang, jangan pernah lupakan ranting tempatmu bermula."