Hari ketujuh Hastawara dinaungi Bathara Kala, cermin kewaspadaan terhadap sang waktu yang terus berjalan dan bahaya ketergesaan hawa nafsu.
Bathara Kala sering disalahartikan sebagai raksasa jahat pemangsa manusia. Padahal kata 'Kala' dalam bahasa Jawa dan Kawi berarti 'Waktu'. Bathara Kala adalah personifikasi waktu yang menelan usia fisik manusia tanpa henti. Hari ini adalah alarm kosmis: mengingatkan manusia agar tidak menunda amal baik, tidak menyia-nyiakan masa muda, dan senantiasa waspada terhadap jebakan keserakahan duniawi.
Hari ke-7 Hastawara. Dianjurkan memperbanyak doa perlindungan tolak bala, bersedekah ruwatan, dan menahan diri dari bepergian malam tanpa tujuan jelas.
Manajemen waktu efektif (time management) dan kesadaran akan kefanaan usia produktif.
"Waktu tidak pernah menunggu raja maupun jelata; apa yang tidak kau tanam hari ini, mustahil kau tuai esok hari."