Metode petungan tradisional yang memetakan grafik pasang surut rezeki manusia dalam putaran siklus 6 tahunan.
Kehidupan manusia tidak pernah berjalan dalam garis lurus yang datar; ada masa menanjak sukses, ada masa melandai prihatin. Di sanalah letak kearifan Siklus Srigati. Menggunakan dasar neptu weton, naskah kuno memetakan grafik fluktuasi rezeki dan keberuntungan per 6 tahun usia (usia 0-6, 6-12, 12-18, 18-24, dst.). Srigati tidak dimaksudkan untuk menumbuhkan keputusasaan di masa surut atau kesombongan di masa puncak. Justru ia menjadi panduan manajemen hidup: saat grafik tinggi, rajinlah menabung dan berinvestasi; saat grafik rendah, perbanyak tirakat batin dan hindari spekulasi liar.
Dihitung berdasarkan rumus matematis tabel Srigati Betaljemur Adammakna dengan input total neptu weton dibagi daur 6 tahunan.
Bermetafora dengan siklus ekonomi makro (economic cycle) dan perencanaan finansial jangka panjang (financial planning) yang matang.
"Kunci keselamatan Srigati: "Nalika bungah aja gumendhe, nalika susah aja ngersula" (Saat bahagia jangan sombong, saat susah jangan berkeluh kesah)."