Kekayaan rasa batin dan keterbukaan mata hati dalam menangkap ilham kebenaran tanpa perantara hafalan semata.
Iladuni dalam khazanah tradisi Islam-Kejawen berakar dari konsep "Ilmu Laduni" (ilmu dari sisi Tuhan). Bagi penghayat budaya Jawa, iladuni adalah anugerah kejernihan hati yang diraih melalui laku prihatin, mengikis rasa dengki, dan membiasakan diri hening (semedi/tahajjud). Seseorang yang dianugerahi iladuni memiliki kecerdasan rasa: mampu memahami hakikat masalah sebelum orang lain menjelaskannya, serta memiliki intuisi tajam dalam menuntun langkah kebajikan.
Diperoleh melalui pembersihan hati, olah rasa, zikir hening, dan laku prihatin murni.
Sejalan dengan konsep emotional intelligence (EQ) tingkat tinggi dan kecerdasan spiritual (SQ) yang memandu kepemimpinan berintegritas.
"Iladuni bukan kesaktian pamer ilmu, melainkan mahkota ketawadukan yang senantiasa menutupi kelebihan diri."