Air ketuban yang keluar lebih dahulu saat persalinan, disimbolkan sebagai saudara tua pelindung raga.
Dalam pandangan welas asih masyarakat Jawa, air ketuban yang pecah dan keluar lebih dahulu sebelum bayi lahir diposisikan dengan penuh rasa hormat sebagai "Kakang Kawah" (saudara tua). Air ketuban inilah yang selama sembilan bulan menjaga janin dari benturan fisik dan mempermudah jalannya persalinan. Secara filosofis, Kakang Kawah melambangkan daya perlindungan, kesiapsiagaan membukakan jalan kebaikan, dan dorongan untuk senantiasa menjadi pelopor tindakan kebajikan bagi sesama.
Unsur air ketuban dalam daur kelahiran; menempati arah Timur dalam kosmologi raga.
Mengajarkan penghormatan mendalam pada proses biologis kelahiran dan rasa terima kasih abadi kepada perjuangan seorang ibu.
"Menghargai mereka yang telah berjasa membukakan jalan hidup kita (orang tua, guru, mentor)."