Peringatan hari ke-7 pasca wafat yang menandai penutupan masa takziah awal masyarakat serta pengokohan doa tahlil berjamaah.
Mitung dina menandai genap satu pekan sejak kepulangan almarhum. Angka tujuh (*pitu*) dalam falsafah Jawa menyimpan makna *pitulungan* (pertolongan Tuhan). Melalui lantunan doa tahlil, kalimat thayyibah, dan sedekah kenduri pada malam ketujuh, keluarga memohon agar arwah almarhum senantiasa dilimpahi ampunan dan rahmat pertolongan di alam barzakh. Bagi warga, ini adalah penutup resmi rangkaian takziah harian.
Dihitung hari ke-7 dari hari geblag. Menggunakan rumus Masarma (Maju Siji Pasaran Melompat).
Sarana silaturahmi akbar warga kampung dan kerabat jauh untuk mempererat tali persaudaraan.
"Menyadari bahwa pertolongan sejati dalam hidup dan mati hanyalah bersumber dari kemurahan Ilahi."
Bagi keluarga besar yang ingin menghitung tanggal pasti peringatan duka cita (Mitung Dina) secara otomatis dengan hisab waktu Maghrib, draf undangan WhatsApp keluarga, dan buku saku tahlil lengkap tanpa iklan mengganggu, Anda dapat menggunakan:
Portal di ruh.web.id beroperasi 100% hening dan beradab sesuai adab duka cita keluarga.