Isyarat lembut semesta yang ditangkap oleh kepekaan batin manusia yang bening.
Sasmita adalah komunikasi tanpa kata antara semesta dan jiwa manusia. Leluhur percaya bahwa sebelum sebuah peristiwa besar terjadi di dunia nyata, alam telah membisikkan isyarat halusnya: melalui mimpi sepertiga malam, hembusan angin yang tak biasa, perilaku hewan di sekitar, atau detak firasat di dada. Menangkap sasmita membutuhkan batin yang hening (ora kemrungsung) dan hati yang bersih dari rasa iri dengki.
Diakses melalui keheningan rasa, doa malam, dan kepekaan intuisi yang terasah.
Sejalan dengan konsep mindfulness dan active awareness dalam menjaga kejernihan berpikir di tengah kebisingan era digital.
"Sasmita hendaknya direspons dengan meningkatkan doa dan kehati-hatian, bukan dengan kepanikan atau ramalan tak berdasar."