Babak waktu 7 harian dalam siklus Pawukon dari Wuku Sinta hingga Watugunung.
Secara harfiah wuku dapat dimaknai sebagai ruas atau buku (seperti ruas pada batang bambu). Kehidupan manusia dibagi ke dalam 30 ruas pengalaman. Setiap wuku membawa arketipe watak yang diwakili oleh lambang dewa pelindung, jenis pohon peneduh, dan burung perlambang. Mengenali wuku kelahiran melengkapi pemahaman weton: jika weton membaca temperamen dasar, maka wuku membaca jalan hidup dan anjuran keselamatan dalam mengarungi dinamika sosial.
Daftar 30 Wuku: Sinta, Landep, Wukir, Kurantil, Tolu, Gumbreg, Warigalit, Wariagung, Julungwangi, Sungsang, Galungan, Kuningan, Langkir, Mandhasiya, Julungpujud, Pahang, Kuruwelut, Marakeh, Tambir, Medhangkungan, Maktal, Wuye, Manahil, Prangbakat, Bala, Wugu, Wayang, Kulawu, Dhukut, Watugunung.
Memperkaya wawasan antropologi dan psikologi simbolik mengenai bagaimana kearifan lokal memetakan karakter manusia.
"Lambang pohon dan burung pada wuku adalah kiasan budi pekerti, bukan ramalan mutlak. Petiklah pelajaran moral dari setiap perlambangnya."