Siklus waktu tujuh harian yang terhubung dengan peredaran benda langit dalam kosmologi kuno.
Saptawara berasal dari bahasa Sansekerta: sapta (tujuh) dan wara (hari). Siklus ini mencakup Radite (Minggu), Soma (Senin), Anggara (Selasa), Budha (Rabu), Respati (Kamis), Sukra (Jumat), dan Saniscara (Sabtu). Nenek moyang kita memandang ketujuh hari ini sebagai perlambang tujuh watak alam dan pengaruh pergerakan benda langit. Saptawara menjadi fondasi ritme kehidupan lahiriah yang menghubungkan peradaban Nusantara dengan sistem penanggalan global dunia.
Siklus 7 hari berbasis peredaran matahari: Radite (5), Soma (4), Anggara (3), Budha (7), Respati (8), Sukra (6), Saniscara (9).
Digunakan bersama penanggalan Masehi untuk menentukan jadwal kerja, waktu istirahat, dan kegiatan sosial.
"Setiap hari adalah anugerah Tuhan. Tidak ada hari yang pada hakikatnya buruk; yang membedakan adalah kesiapan batin kita dalam menjalaninya."