Mimpi melangsungkan akad pernikahan atau mengenakan busana pengantin melambangkan babak komitmen baru, penyatuan dua aspek batin, atau perlunya istirahat.
Mimpi melangsungkan akad pernikahan atau mengenakan busana pengantin melambangkan babak komitmen baru, penyatuan dua aspek batin, atau perlunya istirahat.
Dalam sebagian tradisi Jawa, mimpi dirias sebagai pengantin adalah isyarat tubuh sedang letih dan memerlukan doa serta tirakat kesehatan. Namun jika menikahi sosok yang dicintai dengan sukacita, melambangkan kematangan tekad.
Hieros Gamos (perkawinan suci) dalam psikologi arketipe adalah integrasi antara pikiran sadar (animus) dan perasaan bawah sadar (anima).
Mimpi pada hakikatnya terbagi menjadi bunga tidur (titiyoni), pengaruh kekhawatiran jasmani (gondoyoni), dan isyarat batin yang hening (puspotajom). Tafsir di atas adalah bahan introspeksi diri untuk senantiasa berdoa dan berikhtiar dengan budi pekerti yang luhur.